Bea Masuk Oleh-oleh dari Luar Negeri

Mulai 1 Januari 2011, pemerintah akan menghapuskan biaya fiskal untuk perjalanan ke luar negeri. Hal ini berarti seluruh warga negara Indonesia tidak perlu lagi membayar fiskal apabila hendak bepergian ke luar negeri alias gratis. Namun, pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan memberlakukan pungutan bea masuk untuk barang belanjaan atau oleh-oleh yang dibawa oleh penumpang (pesawat atau kapal) dari luar negeri.

Bea masuk tersebut berlaku untuk barang belanjaan yang nilainya di atas 250 US dollar per orang atau 1.000 US dollar per keluarga.

Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188 Tahun 2010 mengenai Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang, Awak Sarana Pengangkut, Pelintas Batas, dan Barang Kiriman, yang terbit pada 29 Oktober 2010.

Indonesian Customs (Bea Cukai) Declaration Form

Indonesian Customs (Bea Cukai) Declaration Form

Setiap penumpang nantinya wajib mengisi formulir deklarasi bea cukai atau customs declaration untuk memberitahukan harga, berat dan jenis barang belanjaan yang dibeli di luar negeri. Apabila harga barang yang dibawa melebihi 250 US dollar, maka penumpang harus membayar bea masuk yang merupakan selisih harga barang dengan 250 US dollar. Misalnya, seorang penumpang yang membawa handphone yang dibeli di luar negeri dengan harga 400 US dollar, harus membayar bea masuk 150 US dollar.

Pengecualian diberikan pada barang pribadi milik penumpang, seperti kamera, laptop dan handphone yang dibawa keluar negeri dari Indonesia. Caranya, pada saat berangkat penumpang mengisi formulir dan ditunjukkan waktu kembali ke Indonesia. Selain itu, obat-obatan yang dibeli di luar negeri dan disertai resep dokter tidak akan dikenai bea masuk meskipun nilainya melebihi 250 dollar AS.

Leave a Reply